Padang — Bencana tanah longsor terjadi di lokasi tambang emas ilegal atau dompeng di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto Tujuh, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Kamis siang. Dalam peristiwa tragis tersebut, sembilan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya berhasil selamat.
Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat sejumlah pekerja tengah melakukan aktivitas penambangan manual di lokasi tambang emas ilegal tersebut. Material tanah dari tebing di sekitar area tambang tiba-tiba runtuh dan menimbun para pekerja yang berada di dalam lubang tambang.
Diduga, longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tanah yang labil menyebabkan tebing di sekitar lokasi tambang tidak mampu menahan beban dan akhirnya ambruk.
Berdasarkan data sementara dari Polda Sumatera Barat, sembilan korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, tiga orang lainnya berhasil selamat dari timbunan material longsor.
Seluruh korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke Puskesmas Tanjung Ampalu untuk proses identifikasi. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Hingga Jumat siang, proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh warga bersama tim gabungan dari berbagai unsur. Petugas juga mengerahkan alat berat guna mempercepat pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Sijunjung masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Polisi juga akan memasang garis polisi atau police line di area tambang emas ilegal tersebut.
Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Susmelawati Rosya, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa proses penanganan masih terus berlangsung.
.jpg)
.jpg)